Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Widyanti Yuliandari

Penulis peminat masalah lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan entrepreneurship. Saat ini bekerja di laboratorium lingkungan Pemkab selengkapnya

Pengaruh Kegiatan Usaha Terhadap Lingkungan Hidup

OPINI | 12 April 2012 | 04:45 Dibaca: 3464   Komentar: 0   1

13342054411054807059

Pencemaran Udara

Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kegiatan usaha tersebut disadari atau tidak akan menimbulkan berbagai pengaruh yang tidak diinginkan.

Berikut ini akan diuraikan berbagai pengaruh negatif yang timbul akibat berbagai usaha/kegiatan.

PENGARUH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS AIR

1. Berkurangnya debit air tanah
Beberapa jenis usaha membutuhkan air bersih dalam jumlah cukup besar, contohnya : Pabrik Gula. Kebutuhan air tersebut seringkali diperoleh dengan pengeboran air bawah tanah (ABT). Pengeboran yang dilakukan besar-besaran serta serampangan akan mengakibatkan penurunan muka air tanah sehingga ketersediaan air bagi masyarakat berkurang. Di daerah pantai, penurunan muka air tanah berakibat terjadinya intrusi air laut atau masuknya air laut ke darat, sehingga air menjadi asin.

2. Naiknya temperatur air
Limbah cair yang dibuang ke badan air terkadang masih bersuhu tinggi. Limbah tersebut misalnya berasal dari air bekas ketel yang dibuang tanpa pendinginan terlebih dahulu. Suhu badan air yang tinggi dapat menyebabkan kematian makhluk hidup di dalam air.

3. Perubahan warna dan kekeruhan air
Kekeruhan disebabkan zat padat tersuspensi dalam air, misalnya pada limbah air bekas penyemprotan cerobong pada pabrik gula. Kekeruhan atau perubahan warna pada badan air merupakan gangguan secara estetis. Kekeruhan pada sungai tentu akan mengurangi keindahan dan keasrian lingkungan.

4. Perubahan pH air
Beberapa jenis limbah memiliki tingkat keasaman yang tinggi atau rendah. Misalnya limbah tahu yang memiliki tingkat keasaman tinggi. Bila limbah ini dibuang ke badan air tanpa pengolahan, maka tingkat keasaman (pH) air juga akan berubah. Hal ini membuat air akan sulit diolah menjadi air besih, juga dapat membunuh makhluk hidup dalam air.

5. Bau
Buangan limbah yang mengandung kadar bahan organik tinggi akan mengalami pembusukan di dalam air. Proses pembusukan tersebut akan menghasilkan bau busuk yang merupakan gangguan terhadap keindahan (gangguan estetis). Contoh limbah yang mengandung bahan organik : Limbah tahu, limbah Rumah Potong Hewan, limbah perhotelan, dsb.

6. Berkurangnya kadar oksigen terlarut (DO)
Buangan bahan organik tinggi tidak hanya menyebabkan bau busuk. Proses pembusukan juga membutuhkan Oksigen, hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam air menjadi rendah sehingga akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup dalam air.

PENGARUH TERHADAP KUALITAS UDARA

1. Meningkatnya kadar karbon di udara
Sisa pembakaran mengandung karbon, misalnya Karbon dioksida atau karbon monoksida. Emisi Gas-gas tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah proses penahanan radiasi sinar matahari sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Meningkatnya suhu bumi ini membawa berbagai pengaruh negatif bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain di bumi. Misalnya mencairnya es di kutub sehingga muka air laut bertambah tinggi yang berakibat pada mundurnya garis pantai.

2. Debu/partikulat
Partikulat adalah zat padat berukuran sangat halus. Misalnya pada limbah pabrik gula berupa debu berwarna hitam, limbah pabrik semen, dsb. Partikulat jenis tertentu bila terhirup dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan pada manusia.

3. Gas-gas berbahaya
Jenis industri tertentu, misalnya industri kimia menghasilkan pencemar berupa gas-gas berbahaya. Gas-gas tersebut bila tidak diolah dengan benar dapat mengakibatkan bencana yang fatal bagi manusia.

PENGARUH TERHADAP TANAH

1. Perubahan struktur tanah
Akibat buangan limbah tertentu (misalnya limbah mengandung lemak/minyak), tanah akan berubah menjadi keras dan liat sehingga sulit untuk diolah.

2. Perubahan komposisi tanah
Pembangunan tanpa memperhatikan kemiringan lahan, serta tanpa memperhatikan fungsi konservasi menyebabkan unsur hara tanah akan mudah hanyut bersama air hujan. Hal ini tentu sangat merugikan, karena membuat tanah akan kehilangan kesuburannya.

3. Perubahan fungsi konservasi vegetasi di atas tanah
Pembangunan sudah pasti mengurangi/meniadakan tanaman di atas tanah. Bahkan beberapa jenis industri menggunakan kayu sebagai bahan baku (misalnya penggergajian dan pengawetan kayu, furniture, dsb.) Sehingga lenyaplah fungsi vegetasi/tetumbuhan di atas tanah sebagai penahan hilangnya unsur hara tanah, penahan air dan penahan longsor.

PENGARUH TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

1. Kurang baiknya sanitasi akibat sulitnya penyediaan air
Sebagian besar kota di Indonesia menggunakan air sungai/air permukaan lain sebagai sumber air baku untuk air bersih. Bila air permukaan tercemar limbah, otomatis penyediaan air akan terganggu. Terganggunya penyediaan air akan berakibat pada buruknya sanitasi.

2. Berbagai penyakit pernapasan akibat pencemaran udara
Asap cerobong serta partikulat dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan. Bila kesehatan masyarakat dan pekerja terganggu maka produktifitas juga akan terganggu. Pada akhirnya juga akan membawa pengaruh buruk pada kinerja perusahaan itu sendiri.

3. Stres akibat kebisingan
Kebisingan pada tingkatan tertentu dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan stres pada manusia di sekitarnya.

4. Penyakit kulit akibat pembuangan limbah cair
Limbah cair tertentu bila dibuang ke badan air dan badan air tersebut digunakan untuk MCK masyarakat, akan dapat menyebabkan penyakit gatal-gatal.
Meski begitu banyak dampak kegiatan/usaha, pada kenyataannya mustahil untuk menghindari dampak dengan cara melarang kegiatan/usaha, karena berbagai aktifitas tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Untuk itu perlu dilakukan pengelolaan lingkungan untuk meminimalisir dampak.

Dalam istilah pengelolaan lingkungan dikenal istilah dampak besar dan penting. Suatu kegiatan/usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting wajib mengelola dampak tersebut dengan dokumen AMDAL. Sedangkan usaha/kegiatan yang tidak wajib AMDAL diwajibkan menyusun UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Makan Ikan Petrus dari Laut Galilea …

Andre Jayaprana | | 23 August 2014 | 00:20

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Goa Kalak Pertapaan Prabu Brawijaya …

Nanang Diyanto | | 23 August 2014 | 02:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapatkah MK Dipercaya? (2) …

Pecel Tempe | 11 jam lalu

Mulianya Hamdan Zoelva, Hinanya Akil Mochtar …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Ada Foto ‘Menegangkan’ Ibu Ani …

Posma Siahaan | 14 jam lalu

Mempertanyakan Keikhlasan Relawan Jokowi-JK …

Muhammad | 14 jam lalu

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: