Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Yuliantin Muji

Coba-coba nulis ajah

Air Hujan = Air Aki?

OPINI | 25 April 2012 | 07:00 Dibaca: 3796   Komentar: 3   0

Air hujan = Air Aki?

Kemarin sore saya sempat ngobrol dengan ibu-ibu peternak (pe –ngeterne anak) di masjid tempat anak saya belajar mengaji.

Begini obrolannya :

Ibu A : “Aduh, aku tadi kena hujan, jadi pusing sekarang kepalaku, padahal   cuma sebentar lho kena hujannya”.

Ibu B : “Iya bu, air hujan itu keras lho bu. Itu kan sama dengan air aki”. Iya kan bu? (bertanya ke saya)

Saya  : “Emm, air aki (bukan pabrikan) yang dijual kebanyakan memang dari air hujan”.

Ibu B : “ Nah kan, wong, kalo baterai mainannya anakku udah nggak nyala lagi, ku kasih air hujan trus dijemur, jadi nyala lagi, lumayan dapet seminggu lho nyalanya”.

Kesimpulan saya, si ibu B tadi menganggap bahwa air hujan itu berbahaya, setara dengan air aki (asam sulfat) yang sangat korosif, dan dia beranggapan bahwa air isi ulang aki itu juga korosif.

Setahu saya, air isi ulang aki itu adalah air hasil penyulingan (destilasi), jadi murni benar-benar air (H2O), nggak ada lagi mineralnya disitu, karena sudah disuling. Jadi, nggak ada bahayanya sama sekali, kalee. Bukan aki zuur lho. Kalau aki zuur itu isinya asam sulfat, bikin bolong kulit kita.

Kalau air mineral yang biasa kita minum itu justru harus ada mineralnya, karena selain tubuh kita memerlukan mineral-mineral tersebut, juga justru mineral itulah yang membuat rasa airnya menjadi segar.

Air isi ulang untuk aki yang banyak dijual di toko itu ada yang made in pabrik, ada yang home made. Yang made in pabrik ya air hasil penyulingan tadi. Yang home made ini yang biasanya berasal dari tadahan air hujan. Kenapa pake air hujan dan bukan air sumur?. Air hujan itu miskin mineral. Hujan berasal dari awan yang berkondensasi (mengembun), dari bentuk gas (uap air) menjadi bentuk cair (air). So pasti, teorinya, yang terbentuk dari awan tadi hanya air (H2O) murni. Jadi, aman.

Tapi, harap diingat, udara di atmosfer bumi ini hampir tidak ada yang bebas dari pencemaran. Jadi, ketika air hujan tadi melewati udara yang tercemar, otomatis ada partikel pencemar udara yang ikut terbawa.  Jadilah air hujan yang tadinya pHnya netral berubah menjadi asam.

Jadi, sebenarnya, air isi ulang aki itu nggak bahaya, kalee. Air hujan juga nggak, kecuali kalo lewat di daerah yang tingkat pencemarannya parah banget, contohnya di Chernobyl.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 11 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 12 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: