Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Syasya

Seorang ibu dari 2 putri Sya dan Kei ^_^. Mencoba untuk berbagi cerita dari negri selengkapnya

Di India Air Sungai Gangga Suci tapi Kotor

HL | 28 June 2012 | 07:32 Dibaca: 6300   Komentar: 85   29

Karena ada pekerjaan di Varanasi India suami saya berada disana baru-baru ini, ia bercerita tentang keunikan sungai gangga. Menurut kepercayaan orang India sungai gangga merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitar. Air disungai gangga dapat membersihkan diri dari dosa karena air disungai gangga adalah air suci. Konon menurut ceritanya sungai gangga adalah  seorang dewi  bernama dewi gangga yang karena keangkuhanya dewa siwa membuatnya  turun kebumi untuk membersihkan jiwa dosa manusia yang telah mati  klik cerita tentang dewi gangga disini.

13408249481976477833

Disini tempat Pembakaran Mayat

Menyusuru sungai gangga dipagi hari dapat melihat aktifitas kegiatan masyarakat yang hidup disekitar sungai gangga. Dengan mengeluarkan 150 rupee perjam  suami saya menyusuru sungai gangga dengan prahu. Banyak penduduk yang tinggal dipinggir sungai gangga selebihnya  2 juta orang perhari yang MCK (mandi, cuci, kakus) disungai gangga.

13408214131310737528

nenek mandi bersama kerbau hehehheeh

Belum lagi sapi atau kerbau yang berendam disungai berdampingan dengan manusia yang mandi. Kebiasaan orang India yang menghanyutkan bunga dan lilin ke sungai menambah sampah menumpuk dipingir-pingir sungai.  Dipingir sungai gangga ada krematorium diperkirakan 1 juta manusia yang dibakar pertahun dan abunya dihanyutkan kesungai gangga. Sungai gangga juga dipergunakan keluarga untuk menghanyutkan jasad kerabatnya yang telah mati biasanya ini dilakukan bagi keluarga yang tidak sanggup membiayai pembakaran mayatnya.

Pemerintah India sendiri saat ini masih berupaya membuat sungai gangga menjadi sungai yang terbebas dari sampah. Namun upaya pemerintah tersebut tidak didukung oleh masyarakat sekitar, terlalu sulit bagi mereka membiasakan orang India khsusnya yang tinggal di pingiran sungai gangga untuk tidak membuang sampah ke sungai gangga. Karena aktifitas keagamanan yang mereka lakukan yaitu menghanyutkan bunga dan ditengahnya ada lilin yang menyala apinya adalah kepercayaan agama mereka. Bagi mereka dengan menganyutkan bunga tersebuat kesungai adalah agar doa mereka cepat terkabul. Walau tersedia kotak-kotak sampah dipingir sungai tapi kotak sampah tersebut tak ada sampahnya hehhehehhe.

1340825043788024719

Mandi, Cuci, Kakus heheheheh

Sungai gangga memang dipercaya sebagai sungai yang suci bagi umat hindu tapi menurut pandangan mata yang melihatnya suangai gangga adalah sungai yang kotor karena banyak sampah. Tak jarang kita juga dapat melihat tengkorang atau tulang manusia dipingir sungai, tidak menutup kemungkinan disanalah sarang bakteri dan virus penyakit. Sangat berbahaya sekali bagi yang mengunaka airnya untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan minum namun kepercayaan orang India yang begitu kuat melunturkan pandangan mata bahwa air sungai gangga adalah suci. Di India sendiri memperoleh air minum yang bersih dan higienis sangatlah sulit maka tak heran jika air mineral sangat mahal harganya, lebih murah kalau kita minum jus hehehehhe. Bukan cuma disungai gangga saja tumpukan sampah dapat kita lihat. disudut sudut gang dan jalan-jalan sampah berserakan dimana-mana. Kalau mau dibandingkan dengan Indonesia rasanya masih mending kita deh heheheheheh

13408232091606982875

sapi makan sampah hiiiiiiiiiiiiii

Melihat tradisi orang India yang gak perduli dengan sampah membuat saya berfikir beberapa tahun lagi jika kesadaran kita akan bahaya membuang sampah sembarangan tidak ada maka siap-siap kita akan melihat kota dan sungai yang kotor seperti di India ini. Upaya pemerintah agar kita sadar sampah harus didukung dengan menumbuhkan kesadaran yang penuh bagi kita agar bisa membuat Indonesia menjadi negara yang bersih dan terbebas dari sampah yang berserakan. Khususnya sampah masyarakat heheheheheh.

Salam Sya, HCM. 2012.06.28

1340825416108666437


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: