Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Dzulfikar

Suka kopi darat, kopdarnya ya sama kamu, iya kamuuu about.me/dzulfikar

Kondisi Situ Cipondoh Tangerang Kurang Terawat

REP | 02 October 2012 | 01:59 Dibaca: 636   Komentar: 4   2

Cipondoh (dok.pribadi)

Cipondoh (dok.pribadi)

Inilah kondisi Situ Cipondoh Tangerang pada tanggal 29 September 2012. Hampir semua permukaan air danau dipenuhi oleh tumbuhan air. Saya tidak tahu apakah ini sebuah keuntungan bagi situ atau malah sejenis hama. Yang jelas menurut seorang warga yang sedang memancing disitu tumbuhan air ini disebut Apu-Apu.

Bagi saya kondisi ini sangat memprihatinkan. Meskipun menurut penuturan warga bahwa pada hari-hari biasa Situ Cipondoh ini selalu dibersihkan dari sampah dan tumbuhan yang hampir menutupi 50 persen danau. Belum lagi ditambah beberapa warung kaki lima yang mangkal di bibir-bibir danau yang bisa dianggap penyumbang utama sampah-sampah yang berserakan hingga terbawa angin entah sengaja atau ditidak disengaja hingga ke tepian danau.

Cipondoh (dok.pribadi)

Cipondoh (dok.pribadi)

Situ Cipondoh masih masuk wilayah Tangerang Kota yang di pimpin seorang walikota bernama Wahidin Halim. Saya cukup mengenal sosok Wahidin Halim adalah walikota yang jujur dan amanah. Kerabat mantan Menteri Hassan Wirayuda ini adalah pemimpin yang dicintai warga. Meskipun kalah dalam pemilihan gubernur Banten lalu namun saya berharap bapak Wahidin tidak berputus asa untuk tetap mengurus Tangerang dengan sepenuh hati.

Saya sebagai warga Pamulang pun sedih melihat kondisi beberapa Situ di Pamulang yang harus di korbankan karena pelebaran jalan. Paku bumi berpuluh-puluh di pasang di pesisir Situ Cileduk dan Situ Pamulang di daerah Pamulang, Tangerang Selatan. Walikota Airin Rachmy Diani yang juga kerabat gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah memang telihat banyak memperbaiki infrastruktur mulai mengecor jalan-jalan di beberapa kampung hingga jalan utama. Namun jangan juga ibu Walikota melupakan lahan hijau bagi publik, warga Pamulang.

Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus justru keberadaan Situ akan terancam. Contoh paling nyata adalah lenyapnya bagian Situ Pamulang yang harus di korbankan demi membangun sebuah Mall. Semoga para pemimpin bisa lebih arif dan bijaksana dalam mendukung program penghijauan dan penyelamatan lingkungan demi masa depan dan warisan bagi anak cucu generasi bangsa. Kalau bukan kita yang menjaga dan menyelamatkan siapa lagi yang akan kita andalkan?

Salam Hangat

PS. Foto diambi dengan bantuan aplikasi Camera 360 dengan filter HDR. Aplikasi bisa anda dapatkan di Play Store bagi anda pengguna Android. :)

http://gurubimbel.tumblr.com

@gurubimbel

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 11 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 13 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 10 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 10 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 10 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 11 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: