Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Gunawan

Blogger & Praktisi IT @GUNWANug https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN BB 7961DB9F

Caci-Maki untuk Orang yang Buang Sampah Sembarangan

OPINI | 06 March 2013 | 09:41 Dibaca: 1901   Komentar: 112   27

Larangan Berbentuk Makian (img-wordpress.com)

Pernah melihat tulisan atau larangan buang sampah sembarang dengan cacian bahkan makian dengan kata kasar. Bahkan sampai keluar semua isi kebun binatang untuk mencaci maki orang yang membuang sampah sembarangan.


Berani buang sampah disini (img-wordpress.com)

Kalau masih berani buang di sini berarti punya nyawa cadangan (img-blogspot.com)

Mungkin anda pernah menjumpainya bahkan pernah membacanya. Mungkin anda pula yang pernah membuang sampah sembarangan. Tapi tak merasa dan enjoy saja membaca makian itu.

Walaupun dengan caci maki yang kasar dan mengerikan, tapi sampah tetap saja dibuang sembarangan dan berserakan ditempat-tempat umum, di pinggir-pinggir jalan,di sungai bahkan di got-got adalah langganan orang-orang membuang sampah.

Kalau mau gak selamat buang sampah di sini (img tiankid.web.id)

Tulisan tinggal tulisan, makian pun tak ada pengaruhnya. Malah kadang orang yang membuang sampah malah tertawa mengejek orang yang menulis itu sambil berkata, tulisan kagak ngaruh ama gue. “Tulis lagi yang lebih sadis gue tetep buang sampah sembarangan.”

Waduh, sudah begitu parahkah hati nurani kita. Sampai-sampai cacian dan makian pun sudah tak berpengaruh alias sudah kebal.

Memang ada perda atau peraturan daerah yang melarang membuang sampah sembarangan dengan sanksi denda beberapa puluh ribu rupiah, tapi dasar negara kita yang katanya negara hukum. Aturan yang kecil-kecil inilah yang sering tidak diindahkan bahkan selalu dilanggar dan pelanggarnya melenggang seenaknya saja,

Perda Larangan Buang Sampah Sembarangan yang sudah hampir hilang tulisannya (img-blogspot.com)

membuang sampah dari mobil (img-wordpress.com)

Kita mungkin pernah sengaja atau tak sengaja melempar sampah tisyu atau bungkus permen dari jendela mobil langsung dibuang ke jalan. Bahkan tanpa sadar sampah anda mengenai pengguna jalan yang lain.

Hal ini juga kerap terjadi, tapi hanya makian yang keluar dari mulut orang yang mungkin terkena sampah anda. Hukuman ya, tak ada. Bahkan mungkin pengendara mobil yang membuang sampah tadi tertawa-tawa karena sampahnya mengenai orang lain.

Miris sekali negeri kita ini. Manajemen sampah saja tidak bisa dilakukan dengan baik. Padahal sampah adalah aib pada diri kita masing-masing.

Ingat kita adalah penghasil kotoran atau sampah yang ada dalam perut kita. Tanpa kita sadari kita selalu membawa-bawa kotoran kemanapun kita berada. Tetapi Tuhan Maha baik. Tuhan memberikan akal dan pikiran pada kita, kita diajarkan untuk membuang kotoran kita tidak di semua tempat tapi kita mempunyai WC atau toilet untuk memenuhi hajat kita dalam membuang kotoran kita.

Malu dong sama anak ini (img-wordpress.com)

Kenapa hal itu tidak kita praktekan untuk sampah yang lain? Kenapa hanya sampah dalam perut kita saja kita tidak membuangnya sembarangan. Ya rasa malu. Kita akan malu jika kita buang air besar dan kecil sembarangan. Maka tanamkanlah rasa malu itu agar kita juga tidak membuang sampah sembarangan.

Salam –Kompasiana

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 5 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 6 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: