Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Gunawan

Seorang anak desa yang ingin memberikan sedikit perubahan untuk negeri ini… Follow @GUNAWANug Akun FB https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN selengkapnya

Caci-Maki untuk Orang yang Buang Sampah Sembarangan

OPINI | 06 March 2013 | 09:41 Dibaca: 1708   Komentar: 112   27

Larangan Berbentuk Makian (img-wordpress.com)

Pernah melihat tulisan atau larangan buang sampah sembarang dengan cacian bahkan makian dengan kata kasar. Bahkan sampai keluar semua isi kebun binatang untuk mencaci maki orang yang membuang sampah sembarangan.


Berani buang sampah disini (img-wordpress.com)

Kalau masih berani buang di sini berarti punya nyawa cadangan (img-blogspot.com)

Mungkin anda pernah menjumpainya bahkan pernah membacanya. Mungkin anda pula yang pernah membuang sampah sembarangan. Tapi tak merasa dan enjoy saja membaca makian itu.

Walaupun dengan caci maki yang kasar dan mengerikan, tapi sampah tetap saja dibuang sembarangan dan berserakan ditempat-tempat umum, di pinggir-pinggir jalan,di sungai bahkan di got-got adalah langganan orang-orang membuang sampah.

Kalau mau gak selamat buang sampah di sini (img tiankid.web.id)

Tulisan tinggal tulisan, makian pun tak ada pengaruhnya. Malah kadang orang yang membuang sampah malah tertawa mengejek orang yang menulis itu sambil berkata, tulisan kagak ngaruh ama gue. “Tulis lagi yang lebih sadis gue tetep buang sampah sembarangan.”

Waduh, sudah begitu parahkah hati nurani kita. Sampai-sampai cacian dan makian pun sudah tak berpengaruh alias sudah kebal.

Memang ada perda atau peraturan daerah yang melarang membuang sampah sembarangan dengan sanksi denda beberapa puluh ribu rupiah, tapi dasar negara kita yang katanya negara hukum. Aturan yang kecil-kecil inilah yang sering tidak diindahkan bahkan selalu dilanggar dan pelanggarnya melenggang seenaknya saja,

Perda Larangan Buang Sampah Sembarangan yang sudah hampir hilang tulisannya (img-blogspot.com)

membuang sampah dari mobil (img-wordpress.com)

Kita mungkin pernah sengaja atau tak sengaja melempar sampah tisyu atau bungkus permen dari jendela mobil langsung dibuang ke jalan. Bahkan tanpa sadar sampah anda mengenai pengguna jalan yang lain.

Hal ini juga kerap terjadi, tapi hanya makian yang keluar dari mulut orang yang mungkin terkena sampah anda. Hukuman ya, tak ada. Bahkan mungkin pengendara mobil yang membuang sampah tadi tertawa-tawa karena sampahnya mengenai orang lain.

Miris sekali negeri kita ini. Manajemen sampah saja tidak bisa dilakukan dengan baik. Padahal sampah adalah aib pada diri kita masing-masing.

Ingat kita adalah penghasil kotoran atau sampah yang ada dalam perut kita. Tanpa kita sadari kita selalu membawa-bawa kotoran kemanapun kita berada. Tetapi Tuhan Maha baik. Tuhan memberikan akal dan pikiran pada kita, kita diajarkan untuk membuang kotoran kita tidak di semua tempat tapi kita mempunyai WC atau toilet untuk memenuhi hajat kita dalam membuang kotoran kita.

Malu dong sama anak ini (img-wordpress.com)

Kenapa hal itu tidak kita praktekan untuk sampah yang lain? Kenapa hanya sampah dalam perut kita saja kita tidak membuangnya sembarangan. Ya rasa malu. Kita akan malu jika kita buang air besar dan kecil sembarangan. Maka tanamkanlah rasa malu itu agar kita juga tidak membuang sampah sembarangan.

Salam –Kompasiana

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: