Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Tris Harsono

Mahasiswa Teknik Industri 2012 Universitas Mercu Buana Jakarta

Kerusakan Lingkungan Hidup

REP | 03 April 2013 | 19:39 Dibaca: 4945   Komentar: 0   0

Berbicara mengenai Lingkungan, terfikirkan dibenak kita akan kondisi dimana lingkungan kita hidup. Banyak orang yang sangat peduli terhadap lingkungan disekitarnya juga tidak sedikit banyak orang yang menganggap lingkungan sebagai virus yang memfasilitasi akan berbagai virus penyakit yang dapat dialami oleh manusia. Seharusnya manusia sadar bahwa kondisi lingkungan disekitar kita sangat penting akan kelangsungan hidup manusia. Mereka seharusnya menjaga, memelihara lingkungan dengan baik demi tecapainya suatu kondisi lingkungan yang nyaman, sehat serta bermanfaat sendiri bagi banyak manusia dan makhluk hidup.

Kerusakan lingkungan adalah deteriorasi lingkungan dengan hilangnya sumber daya air, udara, dan tanah; kerusakan ekosistem dan punahnya fauna liar. Kerusakan lingkungan adalah salah satu dari sepuluh ancaman yang secara resmi diperingatkan oleh High Level Threat Panel dari PBB. The World Resources Institute (WRI), UNEP (United Nations Environment Programme), UNDP (United Nations Development Programme), dan Bank Dunia telah melaporkan tentang pentingnya lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan manusia.

Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia.

Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup :

a. Faktor alami

Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.

1. Letusan gunugn berapi tentu menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan seperti berikut.

Abu bulkanik dan awan panas yang mengancam keselamatan jiwa makhluk hidup.  Aliran lahar atau lava panas dapat menghanguskan apapun yang dilalulinya serta mendangkalkan sungai, Apabila disertai hujan, kemungkinan banjir pun tidak dapat dihindari. Setelah dingin, bekas aliran lava ini akan membeku dan membatu, diaman tentu tidak dapat kembali diolah menjadi lahan pertanian yang maksimal. Roboh atau musnahnya bangunan , jalan, jembatan dan sebagainya, akibat aliran lava panas dan atau akibat gempa vulkanik yang menyertainya.

2. Akibat gempa bumi dan atau tsunami

Gempa bumi merupakan peristiwa bergesernya lempengan bumi d daratan maupun dasar laut yang merambat ek permukaan bumi. Gempa bumi disebabkan oleh aktifitas gunung merapi atau vulkanik maupun aktifitas tektonik sepanjang jalur-jalur rawan bencana. Gempa bumi yang berpusat di dasar laut dapat menyebabkan tsunami atau disebut gelombang pasang besar dan mampu menghancurkan wilayah pesisir.

Gempa bumi yang berpusat tidak jauh dari kota atau pusat permukiman penduduk akan mengakibatkan kerusakan besar seperti berikut :

- Hentakan gempa yang besar dapat emngakibatkan tanah longsor, bangunan roboh atau retak

- Merusak bangugnan waduk atau tanggul sehingga air meluap dan bajir besar

- Menyebabkan kebakaran karena rusaknya installasi bangunan

- Tanah, jalan raya atau jembatan merekah atau ambruk

- Memakan korban jiwa makhluk hidup karena tertimpa reruntuhan atau tersapu oelh gelombang  tsunami.

3. Akibat Badai Silikon

Bada silikon atau disebut juga angin topan yan gterjadi dapat menghancurkan segala objek yang dilaluinya. Badai silicon yang berkekuatan besar mampu melewati daerah secara lebih luas. Apabila melewati daratan dan teruitama perukiman penduduk mengakibatkan kerusakan besar.

b. Faktor buatan (tangan jahil manusia)

Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Manusia seharusnya sadar dan tidak mementingan dirinya sendiri, manusia seharusnya melakukan upaya-upaya pelestarian terhadap lingkungan yang sudah mereka rusak.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup contohnya seperti berikut :

a. Penanaman kembali hutan yang gundul

b. Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah di sembarang tempat

c. Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan

d. Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan

e. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan

lingkungan.

pengelolaan sumber daya alam mencakup beberapa upaya yang dilakukan secara terpadu dan bertahap. Upaya ini disebut sebagai upaya terpadu karena dalam pengelolaan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan bersama-sama yaiut:

- kegiatan pemanfaatan;

- kegiatan pengendalian;

- kegiatanpengawasan;

- kegiatan pemuluhan;

- dan kegiatan pengembagnan lingkungan.

Kita sebagai manusia di bumi, harus bisa sadar akan pentingnya menjaga, memelihara lingkungan disekitar kita. Manusia banyak bergantung kepada alam, kita manusia yang memanfaatkan alam harus ada timbal balik terhadap apa yang kita manfaatkan dari alam. Alam untuk kita, kita untuk alam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: