Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Tawada Cleantech

Tawada CleanTech works on things that matter. Tawada CleanTech is your one stop partner for selengkapnya

3 Cara Mudah Memperbaiki Kualitas Udara dalam Ruangan di Rumah Anda

REP | 08 April 2013 | 08:56 Dibaca: 949   Komentar: 2   1

Kualitas udara dalam ruangan anda akan mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan anda sekeluara dalam beraktifitas. Kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat menyebabkan alergi dan asma terutama pada anak-anak, dan menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar serta beraktifitas lainnya sehari-hari.


Berikut adalah 3 cara mudah untuk memperbaiki dan menjaga kualitas udara dalam ruangan di rumah anda dan menjaga kesehatan keluarga anda.


Pengendalian sumber polutan

Salah satu cara paling efektif dalam memperbaiki kualitas udara dalam ruangan adalah dengan menghilangkan setiap sumber polutan atau mengurangi emisi. Sejumlah sumber polutan, misalnya asbestos, dapat ditutup atau halnya seperti kompor gas dapat disesuaikan untuk mengurangi jumlah emisi. Dalam berbagai kasus, pengendalian sumber polutan juga lebih hemat biaya daripada menambah ventilasi terbuka yang dapat menambah konsumsi energi dalam pengunaan pendingin ruangan.


Perbaikan ventilasi

Cara lain untuk menurunkan konsentrasi polusi dalam ruangan di rumah anda adalah dengan menambah jumlah udara luar masuk ke dalam rumah. Kebanyakan sistem pendingin rumah tidak secara langsung membawa udara segar luar ke dalam rumah. Dengan membuka jendela dan pintu, menyalakan kipas jendela atau loteng, sesering mungkin atau menyalakan pendingin udara dengan membuka saluran udara luar, kita menambah sirkulasi udara luar ke dalam ruangan. Kipas dapur atau kamar mandi yang membuang udara keluar juga dapat membantu mengurangi polutan secara langsung dari ruangan dan menambah sirkulasi udara.


Rumah-rumah baru hari ini mulai dilengkapi juga dengan sistem udara yang bertujuan membawa masuk udara luar yang telah disaring ke dalam rumah. Mesin ini di kenal sebagai “energy-efficient heat recovery ventilators” (juga dikenal sebagai “air-to-air heat exchangers”). Mesin-mesin tersebut meningkatkan sirkulasi udara dalam rumah tanpa membebani kerja pendingin udara sehingga tetap hemat biaya dalam pengoperasiannya. Ini adalah salah satu cara terefisien agar ruang tetap terasa nyaman dan dingin serta menjamin kesehatan anda.


Mesin pembersih udara

Ada berbagai macam dan ukuran mesin pembersih udara tersedia di pasar, mulai dari yang cukup murah dan sederhana sampai yang mahal lengkap dengan teknologi terbaru. Sebagian mesin pembersih udara cukup efektif untuk menyingkirkan partikel polutan, sementara model lain misalnya yang mengunakan teknologi s

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 8 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca …

Ervina Dwi Indrawat... | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Di Papua 1 Desember Akan Diperingati Hari …

Albert Giay | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa: Jangan Ada Lagi Tikus …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Sayang Tidak Ada Pembicara Olahraga di …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: