Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Welly Yusup

Mahasiswa mercubuana tekhnik industri 21 meruya ,jakarta bekerja di PT COLORPAK INDONESIA Tbk, as Staff Produksi. " selengkapnya

Sampah,Masalah Tak Terujung?

REP | 13 April 2013 | 07:48 Dibaca: 86   Komentar: 0   0

Sampah sering di jadikan kambing hitam atau di persalahkan jika terjadi wabah atau bencana yang di sebabkan oleh sampah itu.sampah seharusnya tidak berbahaya atau membahayakan manusia jika manusianya sendiri bisa menaruh atau menempatkan sampah pada tempatnya,bukan di jalanan ataupun di sungai-sungai yang biasa mereka buang sebagai sarana membuang sampah.

Sampah  adalah  sesuatu barang/material  yang kita  buang dari semua kegiatan,misalnya kegiatan dari rumah tangga, hasil perdagangan, sisa industri, kegiatan pertanian dan banyak lagi. Atau sampah juga, dapat di definisikan  bagian dari sesuatu yang tidak dapat  dipakai kembali dengan fungsi yang sama, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang.

Sampah adalah masalah yang sangat besar dan sulit untuk di pecahkan .itu di karenakan  oleh factor  dari jenis sampah maupun manusia itu sendiri.kesadaran manusia untuk membuang sampah pada tempat yang sudah di sediakan  masih terlalu minim.sebagian besar dari mereka tidak mempedulikan dampak dari membuang sampah sembarangan,walaupun mereka sudah tau dampak dari semuanya itu.

Seperti contohnya adalah banjir.banjir terjadi karena volume air yang tinggi.tapi jika kali atau sungai yang kita bangun untuk wadah atau tempat mengalirnya air itu tersumbat yang di karenakan tumpukan sampah,maka aliran airpun terhambat dan mengakibatkan volume air sungai itu meninggi dan mengakibatkan banjir di daerah sekitar kali atau sungai tersebut.

Daerah yang sering terkena banjir adalah jakarta.jakarta adalah kota metropolitan,bahkan jakarta adalah ibukota negara kita yaitu indonesia.jakarta seharusnya menjadi contoh atau panutan daerah – daerah yang lainnya dalam cara penanggulangan sampah.namun dalam kenyataannya  jakarta adalah daerah yang rawan terkena banjir.pemerintah pusat ataupun daerah telah melakukan berbagai cara yang di anggap ampuh untuk penanggulangan sampah ibukota.seperti pembangunan kanal.

Apapun usaha yang di lakukan pemerintah akan sia – sia apabila masyarakatnya masih enggan buang sampah yang telah di sediakan.

Sampah seharusnya bisa bermanfaat bagi kita,kalo kita bisa bisa mengenali dan mengolahnya.seperti sampah organik yaitu sampah yang mudah terurai,seperti daun,sisa makanan,bangkai,dll.sampah organik bisa di olah menjadi pupuk untuk bercocok tanam.dan juga sampah anorganik yaitu sampah yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai,seperti plastik,kaleng,botol,dll.sampah anorganik kita bisa  jual ke penadah untuk keperluan yang sama ataupun beda .

dewasa ini sudah banyak tempat sampah dimana di sediakan tempat sampah untuk sampah organik dan tempat sampah untuk sampah anorganik.tetapi kembali lagi kepada  manusianya itu sendiri,sejauh mana kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah di sediakan.pedahal dampak jika kita membuang sampah tidak pada tempatnya manusia itu sendiri yang akan menanggung sendiri akibatnya.

Sayangilah diri kalian dan lingkungan kalian dengan membuang sampah yang telah di sediakan.karena kebaikan akan berakhir dengan kebaikan pula.begitu juga dengan sampah,dengan kita membuang sampah pada tempatnya maka lingkungan kitapun akan terlihat bersih,indah di pandang ,dan yang pasti terhindar dari wabah penyakit dan bencana yang di sebabkan oleh sampah .( welly yusup )

Sumber :

http://riliarully.wordpress.com/2011/02/23/pemisahan-sampah-organik-dan-anorganik/

Sumber Gambar:

http://cybersulut.com/5707876

Tags: polusi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Gaharu di Hutan Perbatasan …

Dodi Mawardi | | 29 November 2014 | 11:18

Jokowi Tegas Soal Ilegal Fishing, …

Sahroha Lumbanraja | | 29 November 2014 | 12:10

Menjadikan Produk Litbang Tuan Rumah di …

Ben Baharuddin Nur | | 29 November 2014 | 13:02

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak? …

Wahyu Indra Sukma | | 29 November 2014 | 05:44

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 7 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pulau Penyengat, Pulaunya Masjid Raya Sultan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Gerdema: Saatnya Desa Mandiri, Saatnya Desa …

Amelya I. Fatma R. | 8 jam lalu

Selingkuh …

Mamang Haerudin | 8 jam lalu

Miskonsepsi: Fasilitator Pendidikan vs Orang …

Zuhda Mila Fitriana | 8 jam lalu

Analisis Dua Cerita Ulang Imajinatif: Asal …

Astari Kelana Hanin... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: