Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Wastu Wp

now, i am concern with my thesis that focusing in enviroment issue. so, please leave selengkapnya

Penggunaan Teknologi dalam Pengelolaan Sampah di TPA Sumur Batu

OPINI | 28 April 2013 | 16:01 Dibaca: 268   Komentar: 0   0

Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan terkait teknologi yang digunakan dalam melakukan pengelolaan sampah yang diterapkan TPA Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini didasarkan atas interview yang dilakukan dengan Bapak Bagong Suyoto selaku Ketua dari Koalisi LSM untuk Persampahan Nasional, Bapak Diding Ruswandi selaku Ketua Dekorta Bekasi Gerakan Masyarakat Pelestari Lingkungan Hidup (GMPLH) serta oprator teknisi dari PT.GK

Penggunaan teknologi sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah hal ini sejalah dengan dikeluarkannnya Undang-undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Pengelolaan yang dilakukan di TPA adalah dengan menerapkan program Clean Development Machanism (CDM). Dalam melaksankan program ini Pemerintah Kota Bekasi melakukan kerjasama dengan PT GK Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari program pengurangan dampak gas methane (CH4), yang memiliki pengaruh langsung terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global (global warming) karena TPA merupakan salah satu sumber penyebab dari gas rumah kaca. Mekanisme ini menganut perdagangan karbon, setiap ton gas metan yang dibakar akan mendapat kompensasi. Namun pengelolaan ini masih tahap verifikasi. Selain itu pengelolan ini tidak mengurangi sampah, namun sampah akan berkurang dengan sendirinya karena proses dekomposisi. Saat ini zona yang dilakukan proyek ini adalah zona 1 dan 2 karena sudah tidak beroprasi lagi atau dengan kata lain sudah tidak dibuangi sampah. Untuk proyek ini hanya bisa dilakukan untuk zona yang sudah tidak aktif lagi.

Berikut gambar terkait program CDM

cdm

20130423_121026

Pengelolaan lain yang dilakukan di TPA adalah dengan membangun fasiltas pemilah sampah yang dilanjutkan dengan komposting. Tujuan dari komposting adalah untuk mengurangi sampah, misalnya sampah pasar dapat diolah menjadi kompos.  Pengelolaan ini dibawah naungan BUMD MP. Namun proses ini tidak dapat berjalan dengan lancar karena fasiltas yang tidak dimanfaatkan.

Upaya yang dilakukan ini belum bisa mengurangi sampah di TPA Sumur Batu karena belum sebanding antara sampah yang diolah dengan sampah yang datang tiap harinya.

Bagaimanakah menurut anda teknologi pengelolaan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam pengelolaan di TPA Sumur Batu? Bagaimanakah bentuk pengelolaan yang baik? Bagaimanakah pengelolaan TPA didaerah anda tinggal?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 3 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 11 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 15 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Mungkinkah? Entah! …

Aisditaniar Rahmawa... | 7 jam lalu

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 7 jam lalu

Mendayung Di Sungai Ayung …

Aisditaniar Rahmawa... | 8 jam lalu

Apakah Emoticon Benar-benar Mewakili …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Ada Cinta #14 : Bintang Jatuh …

Ryan M. | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: