Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Intan Ekawati Puspa Dewi

just an ordinary girl | Chemical Engineering ITS | K52

Limbah Industri Tahu

REP | 16 May 2013 | 05:48 Dibaca: 3060   Komentar: 0   0

Tahu adalah adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tahu juga merupakan salah satu jenis makanan sumber protein dengan bahan dasar kacang kedelai yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar produk tahu di Indonesia dihasilkan oleh industri skala kecil yang sebagian besar terdapat di Pulau Jawa. Industri tersebut berkembang pesat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Namun, di sisi lain industri tahu ini juga menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pada dasarnya, proses produksi tahu menghasilkan dua macam limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat pada umumnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Industri tahu membutuhkan air untuk melakukan proses sortasi, perendaman, pengupasan kulit, pencucian, penggilingan, perebusan, dan penyaringan. Kemudian, air buangan dari proses tersebut yang dinamakan limbah cair. Limbah cair industri tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang sangat tinggi. Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu dapat menyebabkan berbagai dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Limbah cair yang dibuang ke perairan tanpa pengelohan terlebih dahulu juga dapat mengakibatkan kematian makhluk hidup dalam air termasuk mikroorganisme (jasad renik) yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan biologis dalam air.

Air buangan industri tahu rata - rata mengandung BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS, dan minyak/lemak berturut - turut sebesar 4583, 7050, 4743 dan 26 mg/l. Bila dibandingkan dengan baku mutu limbah cair industri produk makanan dari kedelai menurut KepMenLH No. Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri, kadar maksimum yang diperbolehkan untuk BOD, COS, dan TSS berturut - turut adalah 50, 100, 200 mg/l. Sehingga terlihat jelas bahwa limbah cair industri tahu melebihi baku mutu yang telah dipersyaratkan.

Masih banyak pabrik tahu di Indonesia yang tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Salah satu alasannya adalah caranya yang kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah. Padahal limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang dapat berpotensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50-80 % metana, karbon dioksida, H2S, dan sedikit air yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah dan LPG. Dengan mengkonversi limbah cair tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tahu tidak hanya ikut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu. Selain itu limbah industri tahu masih bisa dimanfaatkan lagi dalam berbagai macam bentuk yang menguntungkan. Sebagai contoh, pemanfaatan limbah cair tahu menjadi nata de soya dan abon yang merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas tahu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 7 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: