Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Petrus Kanisius

Belajar menulis dan suka membaca

Berkeliling Kota Memotret Realita Tumpukan Sampah Menghiasi Ketapang

REP | 29 May 2013 | 12:13 Dibaca: 264   Komentar: 1   3

1369803557733604586

Sampah di pinggir jalan tentemak, Ketapang, Kalbar. Foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

Beberapa waktu lalu (17/5/13), Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK. Tajam- red) Yayasan Palung, sengaja berkeliling di seputaran jalan di kota Ketapang untuk melihat realita permasalahan lingkungan, dengan mendokumentasikannya. Salah satunya potret sampah (tumpukan sampah-red) yang masih saja menumpuk.

Para relawan Tajam, satu hari sebelumnya bertemu untuk berkumpul dan rapat bersama. mereka(relawan-red), mengumpulkan unek-unek mereka salah satunya terkait berbagai persoalan lingkungan saat ini, salah satunya fenomena sampah. Dengan kesepakatan mereka, kemauan dan kesadaran mereka untuk terjun langsung melihat realita sampah yang cukup banyak tersebar.

Menurut Muhadi, salah satu relawan Tajam mengatakan tumpakan-tumpukan sampah masih tersebar, salah satunya sampah plastik, sampah sisa-sisa makanan, sampah elektonik, botol dan tumpukan sampah kardus terlihat di seputaran Rangga Sentap. Menurutnya, sampah-sampah tersebut bertumpuk-tumpuk menghiasi di sisi jalan dan cukup mengganggu pemandangan.

Sedangkan di Ruas Jl. Hayam Wuruk, tepatnya di Sukabangun Dalam, sampah mtampak menumpuk di sekitar sungai. Sampah-sampah tersebut tampak di pinggir jalan berdekatan dengan aliran sungai kata Yadi, Ketua relawan Tajam. Ruas jl. S. Parman, tepatnya di depan Dinas Pendidikan, tumpukan sampah terlihat meluber di tempat sampah yang tersedia.

13698037141191667780

Sampah di Pinggir jalan dekat dengan saluran air, Sukabangun. Foto Doc. RK Tajam, Yayasan Palung

13698038142042715194

Sampah di jalan Lingkar Kota. foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

1369803900711092255

Sampah di pinggir jalan Sentap. Foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

Potret lainnya, tumpukan sampah tersebar di pinggir jalan Kalinilam dan di jl. Lingkar Kota, mulia Baru, tumpukan sampah juga tersebar di pinggir jalan menuju kearah sebelum hutan kota, tumpukan sampah juga terlihat di Kampung Bunga, tepatnya di pinggiran Lapangan Sepakat tampak terlihat sampah meluber di tempat tumpukan sampah akibat salah satunya kotak sampah tidak bisa menampung lagi.

13698043201528715143

Sampah dibuang di pinggir jalan, di jalan Lingkar Kota Ketapang, Kalbar. Foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

Keberadaan sampah di Ketapang menjadi salah satu pemandangan yang cukup menyita perhatian karena fenomena sampah di Ketapang sudah dampak pada banjir sesaat pada waktu hujan tiba, sebagai contoh, jln D.I. Panjaitan.

Persoalan sampah yang tidak kunjung henti selesai saat ini, secara kasat mata lebih disebabkan oleh masih minimnya pemahaman kesadaran warga pada saat membuang sampah dengan sesuka hati. Masalah sampah dan dampak sampah seolah tidak begitu menjadi hal penting. Selain itu, sudah pasti, tumpukan-tumpukan sampah yang mengihiasi di pinggir-pinggir jalan ini sedikit banyak mengganggu, terlebih sampah basah (sampah rumah tangga dari sisa-sisa makanan-red) menimbulkan bau menyengat. Ketersediaan tempat sampah (kotak Sampah, tong sampah-red) belum cukup banyak menampung jumlah sampah.

1369804028144275197

Sampah di jalan Lingkar Kota, sampah plastik, sampah kardus, kertas dan sampah sisa-sisa makanan. Foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

13698041911413873543

Sampah di jalan lingkar kota, sebelum hutan kota dari makam pahlawan. Foto doc. RK. Tajam, Yayasan Palung

Dari hasil penelusuran dan pendokumentasian para Relawan Tajam, sampah yang paling banyak dijumpai adalah sampah plastik, sampah dari sisa-sisa makanan. Para Relawan Tajam, Yayasan Palung, Prihatin dengan tumpukan-tumpukan sampah, mereka berharap dan mengamini jika persoalan sampah ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh semua pihak mengingat sampah di Kota Ketapang semakin bertambah mengingat semakin bertambahnya jumlah masyarakat dan kebutuhan masyarakat. Semoga saja…

By : Petrus Kanisius “Pit”- Yayasan Palung

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Naik Mule di Grand Canyon …

Bonekpalsu | | 26 July 2014 | 08:46

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Gaya Menjual ala Jokowi …

Abeka | 5 jam lalu

Jenderal Politisi? …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Tuduhan Kecurangan Pilpres dan Konsekuensi …

Amirsyah | 5 jam lalu

Gugatan Prabowo-Hatta Tak Akan Jadi Apa-apa …

Badridduja Badriddu... | 6 jam lalu

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: