Back to Kompasiana
Artikel

Polusi

Akankah Kenaikan Harga BBM Mampu Menekan Laju Polusi Udara?

OPINI | 23 June 2013 | 09:32 Dibaca: 121   Komentar: 4   0

Polusi udara sudah akrab dengan kita, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Ini merupakan salah satu masalah pelik yang di hadapi negara kita. Namun masalah polusi udara ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap individu memiliki kewajiban menjaga kelangsungan lingkungan hidup. Lapisan ozon terus menipis. Para aktifis lingkungan hidup turut membantu dalam menggalakan penghijauan untuk menekan laju polusi. Tapi masih ada warga – tanpa melihat tingkat pendidikan dan status sosial – kurang memiliki kesadaran terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Di sisi lain, ada warga yang menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup. Tapi dengan bermacam alasan – terutama alasan ekonomi – mereka harus mengabaikannya.

Salah satu penyumbang polusi udara adalah asap buangan kendaraan bermotor. Penggunaan BBM untuk kendaraan bermotor di Indonesia menduduki peringkat kedua. Bisa disimpulkan bahwa polusi udara yang disumbangkan oleh kendaraan bermotor ini sangat besar. Saat ini harga BBM mengalami kenaikan, akankah sumbangan polusi udara dari asap buangan kendaraan bermotor menurun?

Kenaikan harga BBM menyebabkan naiknya tarif angkutan umum. Penggunaan kendaraan bermotor – khususnya motor – dapat menghemat pengeluaran dibanding menggunakan angkutan umum. Dengan alasan tersebut, sepertinya harapan penurunan jumlah polusi begitu tipis. Alasan lainnya, kenyamanan dalam perjalanan menjadi harapan warga. Ada juga segelintir orang yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjukkan status mereka. Jenis dan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor dapat menunjukkan status sosial. Sehingga jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat. Jika alasannya untuk pamer, sebaiknya mereka belajar lebih peka pada kesusahan sebagian besar warga lainnya.

Adanya hari bebas kendaraan bermotor sedikitnya mengurangi polusi udara, meski hanya berlaku untuk beberapa jam dan di kawasan tertentu. Program pemerintah tentang transportasi ramah lingkungan diharapkan dapat berjalan lancar untuk menekan jumlah polusi udara. Dan sepertinya, tidak ada salahnya jika kita meniru mantan penjajah kita dalam menjaga lingkungan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 7 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: